Program Kerja PW LESBUMI NU
MATRIKS
PROGRAM KERJA EKSTERNAL
LEMBAGA
SENI DAN BUDAYA MUSLIMIN INDONESIA (LESBUMI)
PENGURUS
WILAYAH NAHDATUL ULAMA (PW NU)
SULAWESI
UTARA 2014
|
No
|
Jenis Kegiatan
|
Out Put/Tujuan Kegiatan
|
Proses Kegiatan
|
Keterangan
|
|
01.
|
Seminar
dan Pelatihan “Islam dan Kebudayaan”
|
· Memberikan
pemahaman kepada publik bahwa wacana Islam yang selama ini kita konsumsi adalah
sesuatu yang tidak lepas dari kebudayaan
· Bahwa
kebudayaan itu juga memakai wacana agama, sehingga kita perlu kritik bahkan
mengdekonstruksi sejarah keber-Islam-an kita selama ini
· Memberikan
perangkat analisa sosial alternatif kepada kader-kader NU (utamanya seniman
dan budayawan) dalam melihat dan menghadapi gejala perubahan sosial dewasa
ini.
|
· Seminar
Sehari “Islam Dan Kebudayaan”
· Pelatihan
“Studi Kebudayaan” selama 3-4 hari yang menghadirkan aktifis-aktifis NU dan
juga organ-organ gerakan yang lain sebagai peserta
|
·
Seminar
dan Pelatihan akan difasilitasi oleh Zastrouw Al-Ngatawi (Ketua PP Lesbumi)
·
Kerjasama
dengan Kementerian Agama Sulut
|
|
02.
|
Seminar
dan Lokakarya (Semiloka): “Perlukah Negara Mengurus Kebudayaan?”
|
· Mengkampanyekan
kepada publik bahwa persoalan bangsa dan negara ini bukan hanya soal ekonomi,
sosial, dan politik, tetapi juga problem kebudayaan (bahkan mungkin muara
semua persoalan bangsa ini adalah problem kebudayaan)
· Mendiskusikan
sejauh mana fungsi dan peran negara dalam mengurusi kebudayaan bangsa yang
demikian beragam ini
· Mencari
solusi alternatif (solusi kultural) atas berbagai persoalan kebangsaan
khususnya dalam menyikapi keberagaman etnik, agama, dan juga pilihan politik
di Sulawesi Utara
|
· Seminar
Sehari “Perlukah Negara Mengurus Kebudayaan”
· Lokakarya
selama 2-3 hari tentang problem kebudayaan khususnya di Sulawesi Utara dengan
menghadirkan kalangan budayawan, seniman, penentu kebijakan kebudayaan,
organisasi-organisasi paguyuban ke-daerah-an, dan juga lembaga-lembaga adat
|
·
Seminar
dan Lokakarya akan menghadirkan Agus Sunyoto (PB NU)
·
Kerjasama
dengan Mawale Institute
|
|
03.
|
Seminar
Sehari “Rekonstruksi Kesenian dan Kebudayaan: Mempertegas Komitmen Seni dan
Budaya atas Problem Kerakyatan”
|
· Mempertegas
komitmen keberpihakan Seni dan Budaya terhadap persoalan-persoalan kerakyatan
(bagaimana eksistensi kebudayaan bisa bertegur sapa dengan petani, nelayan,
kaum buruh, pedagang-pedagang kecil, bahkan terhadap semua kaum subaltern)
|
· Seminar
Sehari dan Dialog Publik
|
·
Seminar
akan menghadirkan Ahmad Dany sebagai Pembicara
·
Kerjasama
dengan Komunitas Musisi Manado
|
|
04.
|
Optimalisasi
peran warga NU dalam mensupport kegiatan-kegiatan Lesbumi
|
· Terjalinnya
hubungan silaturrahmi antara PW NU dan kader-kader NU di Sulawesi Utara
|
· Pelibatan
para Tokoh NU dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Lesbumi
|
|
|
05.
|
Mengembangkan
relasi-komunikatif dan konsolidatif dengan lembaga-lembaga kesenian dan
kebudayaan yang lain di Sulut dalam membangun sinergitas gerakan
|
· Terjaganya
soliditas gerakan kaum Subaltern di
Sulawesi Utara
· Adanya
kesalingpahaman dan bagi peran dengan sesama lembaga gerakan kebudayaan di
Sulut
|
· Mengintensifkan
sharing/diskusi dengan Lembaga
gerakan kebudayaan di Sulut
|
|
|
06.
|
Membangun
komunikasi dengan tokoh-tokoh agama, adat, politik, dan NGO dalam bersama-sama
mengatasi persoalan-persoalan yang terjadi di Sulut, utamanya problem
kesenian dan kebudayaan
|
· Terjalinnya
hubungan baik dengan semua kalangan dalam membangun kesamaan persepsi atas
persoalan-persoalan yang terjadi di lokal Sulawesi Utara
|
· Sowan/kunjungan ke tokoh-tokoh agama,
adat, politik, dan juga NGO untuk mendiskusikan persoalan-persoalan yang
terjadi di lokal Sulut
|
|
|
07.
|
Berperan
aktif di media massa (cetak maupun elektronik) dalam mensosialisasikan produk
gagasan Lesbumi NU Sulut
|
· Menkampanyekan
kepada publik di Sulawesi Utara tentang gagasan-gagasan Lesbumi (baik wacana
ke-Islam-an, kenegaraan dan kebangsaan, ekonomi-politik, maupun kebudayaan
dan etnisitas)
|
· Menjalin
kerjasama dengan Radio atau Televisi lokal untuk “Diskusi Bulanan” tentang
gagasan-gagasan Lesbumi
|
· Pengurus
Lesbumi bisa menghadirkan pembicara dari kalangan NU dan maupun pengurus
sendiri
|
|
08.
|
Menyelenggarakan
forum “Mimbar Rakyat”
|
· Sebagai
wahana seniman dan buyawan dalam menyampaikan pendapat sekaligus kritiknya
terhadap persoalan-persoalan real yang
mereka hadapi kepada para pemimpinnya
|
· Dengan
memamfaatkan modal-modal sosial-kultural yang sudah ada di tengah-tengah
masyarakat (semisal pasar malam, panggung-panggung kesenian rakyat, dan sebagainya)
|
Kegiatannya
tentatif dan disesuaikan dengan kondisi dan
issue yang sedang berkembang
di tengah-tengah masyarakat
|
|
09.
|
Advokasi
dan pendampingan terhadap komunitas seniman dan buyawan yang dirampas
hak-haknya oleh negara dan pemilik modal (kaum kapital)
|
· Sebagai
bentuk keberpihakan Lesbumi atas persoalan-persoalan kaum subaltern
· Penguatan
dan penyadaran terhadap komunitas-komunitas subaltern atas hak-hak mereka sebagai warga negara
|
· Melakukan
penelitian dan advokasi terhadap problem-problem yang dihadapi komunitas subaltern (marginal)
|
|
|
10.
|
Melakukan
praksis gerakan dengan mem-pressure kebijakan-kebijakan
penguasa yang tidak berpihak kepada seniman dan budayawan
|
· Sebagai
bentuk keberpihakan Lesbumi atas persoalan-persoalan seniman dan budayawan
· Sebagai
bentuk partisipasi Lesbumi dalam melakukan pendidikan politik, seni dan
budaya kepada public
|
· Melakukan pressure dengan turun ke jalan
menyikapi setiap kebijakan yang tidak berpihak kepada massa rakyat
· Melakukan lobby kepada penentu kebijakan untuk
mengantisipasi keluarnya kebijakan yang tidak berpihak kepada massa rakyat
|
Bentuk
kegiatannya entative dan disesuaikan dengan
issue yang sedang berkembang
di tengah-tengah masyarakat
|
|
11.
|
Parade/Festival
Seni Budaya
|
· Ajang
kontestasi bakat dan kreativitas seniman dan budayawan local
· Sebagai
arena bagi para seniman dan budayawan untuk mengeksplorasi karyanya
|
· Melakukan
kegiatan festival
· Mengadakan
parade
|
Kegiatan
ini juga bisa dilakukan bagi kalangan Pelajar.
|


Tidak ada komentar:
Posting Komentar